Deteksi teks yang dihasilkan oleh Kecerdasan Buatan

Logo ChatGPT

Plagius kini dapat mendeteksi apakah sebuah teks dihasilkan oleh generator teks, seperti ChatGPT. Fitur ini bekerja dengan mengenali pola penulisan. Secara umum, gaya penulisan manusia berbeda dari pola teks yang dibuat oleh AI, sehingga kemungkinan bagian yang dibuat secara artifisial dapat diidentifikasi.

Analisis ini tidak 100% akurat. Ada teknik yang dapat mempersulit deteksi, dan seseorang juga dapat menulis dengan gaya yang mirip dengan teks yang dihasilkan oleh AI. Meski begitu, fitur ini tetap berguna dalam realitas produksi teks saat ini.

Deteksi AI yang lebih akurat

Hasil deteksi AI di Plagius

Model V5 menganalisis setiap paragraf bersama dengan bagian di sekitarnya, sehingga menghasilkan evaluasi yang lebih konsisten sepanjang dokumen. Model ini telah ditingkatkan untuk mengenali teks yang dibuat oleh berbagai alat AI generatif dan mengurangi false positive pada teks yang ditulis oleh manusia.

Pada hasil, setiap bagian yang ditandai menunjukkan probabilitas telah dihasilkan oleh AI serta tingkat keyakinan analisis. Informasi ini membantu menginterpretasikan indikasi yang terdeteksi, tetapi tidak boleh dianggap sebagai kesimpulan definitif.

Saat ini, deteksi AI hanya tersedia untuk teks dalam bahasa Inggris, Portugis, dan Spanyol. Teks dalam bahasa lain tidak akan dianalisis oleh deteksi AI dan akan diabaikan oleh program.

Untuk menggunakannya, cukup centang opsi "Aktifkan deteksi AI", terima ketentuan penggunaan, lalu jalankan analisis.

Mengaktifkan deteksi AI

Pada hasil, informasi muncul di bawah setiap paragraf:

Tidak ada yang terdeteksi Kecurigaan terdeteksi
Tidak ada AI terdeteksi AI terdeteksi